Kamis, 07 Mei 2009

Line tracker

Line tracker merupakan sebuah robot yang cara kerjanya adalah mengikuti sebuah garis tertentu. Untuk warna garis tergantung dari yang kita inginkan, yang terpenting dari garis tersebut adalah lebar garis yang tetap dan kemampuan warna dari garis untuk menyerap cahaya sehinnga sensor dapat mendeteksi garis dengan benar. Warna yang biasa digunakan adalah warna hitam dengan background putih.
sebuah robot tentunya memiliki tiga aspek penting yaitu Mekanik, Hardware dan Sofware. disini saya akan menjelaskan sedikit mengenai hardware. Hardware sendiri terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu mikro kontroler, Driver motor dan sensor! ketiga bagian tersebut mempunyai banyak macam bahan yang dapat dugunakan. Bila ingin melihat salah satu rangkaian line tracker , anda bisa melihat tutorialnya disini.
Mengenai mikrokontroler saya pernah mencoba menggunakan AtMega 8535, untuk memahami spesifikasi dari dari atmega 8535 kita memerlukan datasheetatmega8535. Dan untuk rangkaian dari mikro sendiri saya pernah menggunakan rangkaian yang sama persis seperti tutorial yang tertera diatas. Rangkaiannya cukup mudah, hanya menambah satu X-tal dan dua kapasitor 33nF. Terus tinggal menambah header pada tiap portnya untuk mempermudah kita dalam penambahan atau penyambungan channel ke hardware lainnya.
Sedangkan driver untuk motor anda bisa menggunakan L298, L293 atau kombinasi dari opto coupler dengan BD140. Setiap driver mempunyai kelemahan dan kelebihannya sendiri. Untuk melihat kelemahan dari tiap driver anda biasa melihatnya di data sheetnya masing-masing.














Skema diatas adalah rangkaian driver yang menggunakan IC L298.
Untuk sensor ada beberapa pilihan tipe sensor yang biasa kita gunakan, yaitu:
  • Photodioda
  • LDR
  • Phototransistor
Tiap-tiap sensor membutuhkan sumber cahaya berupa LED, Infrared dll. Beberapa tipe sensor mempunyai cara penggunaan sendiri, semisal Photodioda penggunaannya akan lebih baik bila digabunggkan dengan LED. Penggunaan LED lebih mudah dari pada Infrared karena nyala atau tidaknya sumber cahaya dapat kita lihat dengan mata langsung, sedang Infrafed kita masih membutuhkan sejenis foto digital untuk melihat apakah infrared sudah menyala atau belum?
Untuk motor sebagai penggerak utama robot saya menyarankan untuk mempergunakan motor DC yang mempunyai torsi yang besar. Untuk RPMnya kita bisa mempergunakan sistem gear atau diameter roda diperbesar agar gerakan robot tidak kelihatan lemot.